Langsung ke konten utama

Indonesia setelah 2014 Tetap semangat dalam Pergerakan

 
 
 
 
 
 
 
 
Sesungguhnya Perjuangan seseorang itu dalam Pergerakan dapat dilihat dari Niat awalnya, ketika mereka berjuang karena ingin Perubahan lebih baik Buat Rakyat, Bangsa dan Negara ini. Maka dia pasti akan tetap ingat dan selalu bersenandung tentang perjuangan itu. Namun bila niatnya karena melihat Fasilitas yang wah dan ingin menuju kesana, maka jangan harap dia akan ingat dan mau menyanyikan senandung Perjuangan dalam Pergerakan berikutnya.
Biarkan saat ini mereka menikmati kesenangan sesaat, karena Perjuangan Reformasi yang telah salah arah dan diisi oleh orang orang yang haus akan kekuasaan dan Materialistik, segera akan tergantikan. Perjuangan Pergerakan yang Suci tidak akan pernah hilang dan terbuai oleh Kekuasaan dan harta benda, kecuali demi untuk Kesejahteraan Rakyatnya.

Saatnya pasti tiba.!!!
 Bagi saudara saudaraku yang masih memiliki Jiwa Pergerakan untuk Perubahan Indonesia yang lebih baik, saatnya bagi kita untuk menularkan kepada Generasi dibawah kita...antara usia 17-25 Tahun....Kita persiapkan mereka untuk 7 tahun kedepan, 12 tahun kedepan dan 17 tahun kedepan..Kita tularkan Rasa Nasionalisme itu, kita tularkan Rasa Kebangsaan itu, kita beri mereka Pemahaman untuk Mencintai Bangsa dan Negara ini. Bangsa yang akan menjadi Besar dan Berwibawa , Bangsa yang Mandiri, bangsa yang melindungi Setiap Jengkal Tanahnya, Bangsa yang selelu menghormati Perjuangan para Pahlawannya, Bangsa yang menyadari Potensi Negaranya sebagai Anugrah yang harus di syukuri dan harus bisa dinikmati oleh setiap Makluk yang tinggal di atasnya. bangsa yang akan mengangkat Drajat Rakyatnya, Bangsa yang siap memberikan Kemakmuran bagi Rakyatnya.

Kesuksesan dalam Perjuangan kedepan harus direncanakan dan dipersiapkan. Agar tidak terjadi lagi, kesuksesan yang hanya klaim, kesuksesan yang semu, dan kesuksesasn yang telah membohongi setiap langkah dalam sebuah pergerakan yang Suci. Salam Pergerakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“CABUT PERPU NO. 7 THN 2003 DAN KEMBALIKAN BULOG DI BAWAH PRESIDEN”

Mengacu pada UU No.18/2012 tentang Pangan diamanatkan bahwa pemerintah bersama masyarakat bertanggungjawab untuk mewujudkan ketahanan pangan. Dan Inpres No. 3 tahun 2012 Tugas publik Perum BULOG merupakan amanat tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Berita dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, yang merupakan pengejawantahan intervensi pemerintah dalam perberasan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan. Serta pernyataan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SUSILO BAMBANG YUDOYONO tahun 2012 bahwa: "Saya berpikir dan dapat dukungan Bulog itu harus kita revitalisasi dan fungsikan kembali dalam sejarah didirikan Bulog dulu untuk stabilisasi harga," Bulog direvitalisasi kembali fungsinya sebagai stabilisasi harga komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat, tidak hanya untuk beras.mengembalikan peran Bulog tersebut dan mengkaji komoditas-komoditas pangan yang akan menjadi tanggung jawab Bulog Juga pernyataan MENKO EKONOMI HATTA RADJASA tahun 2012 Hatta mengharapkan pr...

Menyikapi Perpu Ormas No 2 Tahun 2017

Menyikapi Perpu Ormas No.2 Tahun 2017 Akhir akhir ini kita dihadapkan dengan berbagai komentar miring yang ditujukan kepada Pemerintah terkait terbitnya Perpu Ormas No 2 Tahun 2017.  Dalam hal ini sebagai anak bangsa kita harus bersikap positif terhadap terbitnya Perpu Ormas tersebut. Pernyataan kami disini tidak bermaksud ikut terlibat dalam Polemik yang terjadi antara Pemerintah dan Ormas HTI yang lebih dahulu telah dinyatakan dibubarkan oleh Pemerintah. Setelah kami amati dan dibaca berulang ulang Perpu Ormas No 2 tahun 2017 itu,  sesungguhnya tidak ada yang patut dipersoalkan Kecuali Pasal 59 Ayat 3 huruf a tentang kata “ tindakan permusuhan’ .  Menurut kami kalimat tersebut ‘BIAS ’ dan dikawatirkan menjadi senjata untuk melakukan pembungkaman terhadap kebebasan orang berpendapat.  Dan selayaknya Pasal tersebut dihapus. Selebihnya dari Perpu ini tidak ada yang perlu kita curigai atau kita kawatirkan. Karena Pemerintah memang harus bersikap Tegas dalam ...